Ilustrasi

KABAR mengejutkan datang dari lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat Daerah Aceh, Rabu, 8 Juni 2020. Sebanyak 65 dari sekitar 900 ASN yang melakukan rapid test terbukti reaktif virus corona disease (Covid-19). Kini, puluhan ASN tersebut melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau akrab disapa SAG. “Mereka diwajibkan isolasi mandiri, hingga diperoleh hasil uji PCR,” tutur SAG kepada awak media.

Meskipun demikian, SAG menuturkan hasil tersebut belum dapat membuktikan bahwa para ASN itu positif Covid-19. Diperlukan langkah lanjutan seperti menguji swab nasofaring dan orofaring untuk konfirmasi dengan RT-PCR Litbangkes Aceh.

“Kita tunggu saja hasilnya, dan kita doakan tidak ada yang konfirmasi positif Covid-19,” kata SAG lagi.

Hingga saat ini, terdapat 89 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Aceh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51 orang dinyatakan sembuh dan 35 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19. Berdasarkan data Pemerintah Aceh juga diketahui tiga orang yang terpapar Covid-19 meninggal dunia sejak kasus tersebut pertama kali masuk ke daerah paling barat pulau Sumatera itu.

Jauh-jauh hari, akurasi alat rapid test virus corona pernah dipertanyakan oleh beberapa kalangan internasional. Seperti misalnya Presiden Tanzania, John Magufuli, yang diam-diam melakukan uji coba rapid test pada hewan dan buah-buahan. Presiden yang meremehkan virus corona itu juga sempat melakukan uji coba rapid test virus corona pada oli kendaraan.

Sampel uji coba itu kemudian diberikan nama selaiknya manusia. Hasilnya sungguh mengejutkan. Semua hasil rapid test memperlihatkan positif Covid-19.

Usai melakukan ujicoba alat rapid test secara rahasia tersebut, Presiden John Magufuli kemudian memerintahkan investigasi terhadap pihak laboratorium kesehatan. Dia juga menyalahkan alat tes kesehatan yang diimpor maupun bantuan dari negara luar. “Tidak semua bantuan itu baik,” kata Magufuli seperti dilansir The African Exponent.(*)