ORGANISASI Pangan dan Pertanian (FAO) telah mengeluarkan peringatan ancaman krisis pangan akibat serangan brutal virus corona. Krisis ini diprediksi lebih parah jika dibandingkan peristiwa guncangan perekonomian dunia pada 1998 lalu.

Ancaman ini dinilai perlu disikapi serius oleh seluruh penduduk dunia, termasuk masyarakat di Sumatera. Diperlukan langkah-langkah strategis, tepat dan multiguna untuk menghadapi krisis tersebut jika sewaktu-waktu prediksi itu datang. Termasuk kita!

Hal utama yang diperlukan untuk mengantisipasi krisis pangan adalah langkah kreatif memanfaatkan lahan kosong di lingkungan masing-masing. Semisal menanam palawija yang dapat menjadi pengganti makanan pokok berupa umbi-umbian dan jagung atau sayur-sayuran. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkan lahan kosong yang ada untuk membuat kolam ikan air tawar.

Berdasarkan rujukan SumateraPost diketahui ikan air tawar mengandung vitamin B12, protein, vitamin, dan mineral, sekaligus rendah lemak. Ikan air tawar juga menjadi salah satu sumber terbaik asam lemak Omega-3. Makhluk yang hidup di air itu juga disebut-sebut memiliki kandungan kalsium, kalium, magnesium, bahkan zat besi.

Lalu ikan jenis apa saja yang mudah dibudidayakan untuk menghadapi krisis pangan dan tetap ramah lingkungan?

Dari hasil penelusuran diketahui ada lima rekomendasi jenis ikan air tawar yang dapat diandalkan untuk menghadapi krisis pangan di masa mendatang.

Pertama, ikan Lele atau dalam bahasa latin dikenal dengan sebutan Clarias sp. Ikan ini cukup populer di Indonesia. Hampir setiap rumah makan menyediakan menu ikan lele. Daging ikan ini sangat lunak, tulangnya sedikit dan rasanya gurih saat diolah.

Bagi pemula juga tidak terlalu sulit untuk membudidayakan ikan jenis ini. Selain bagus untuk asupan gizi keluarga, ikan jenis ini juga bernilai ekonomis jika dibudidaya dengan serius. Panennya juga tidak lama yaitu sekitar 3-4 bulan saja.

Kedua, ikan Patin atau Pangasius hypothalamus. Ikan jenis ini berasal dari Thailand dan kini marak dibudidayakan di Indonesia. Patin dapat dipelihara dalam kolam tanah atau juga kolam beton. Kepadatan kolam yang diperlukan adalah 20-30 ekor per meter kubik. Biasanya dibutuhkan enam bulan untuk panen. Namun, tidak ada patokan lama masa panen jika budidya yang dilakukan khusus untuk konsumsi rumah tangga.

Ketiga, ikan Nila atau Oreochromis niloticus. Ikan air tawar jenis ini juga mudah dipelihara dan bandel terhadap penyakit. Pembibitannya cukup mudah. Butuh waktu 4-6 bulan untuk membesarkan ikan nila hingga ukuran siap konsumsi.

Selanjutnya ikan Mas atau Cyprinus carpio. Kita dapat membudidayakan ikan Mas di kolam tanah, kolam air deras dan bahkan jaring terapung. Ikan jenis ini membutuhkan waktu 4-5 bulan untuk siap konsumsi.

Terakhir adalah ikan Gurame atau Osphronemus goramy. Ikan ini biasanya dipelihara dalam akuarium sebagai ikan hias. Namun, masyarakat Asia Tenggara kerap mengonsumsi ikan ini untuk menambah pasokan gizi keluarga.

Selain di akuarium, banyak orang yang membudidayakan ikan Gurame di kolam-kolam tanah atau beton.

Nah, tunggu apalagi? Ayo budidaya ikan mulai sekarang untuk menghadapi ancaman krisi pangan di masa mendatang. Apalagi saat ini sudah ada sistem aquaponic, sistem budidaya ikan yang juga bermanfaat untuk tanaman.(*)