Ilustrasi Squeks Cloud

PEREBUTAN Lembah Galwan, Ladakh, antara China dengan India kini memakan korban. Di pihak China menyebutkan sedikitnya 43 orang korban dalam seteru dua kubu. Sementara India mengklaim 20 tentaranya tewas dalam adu jotos dan laga pentung berpaku.

Belum ada yang mengaku siapa pemicu konflik bak zaman perang masa lalu itu. Juru Bicara Menteri Hubungan Luar Negeri India, Anurag Srivastava dalam responnya terhadap klaim China menyebutkan bahwa kedua pihak akan mengatasi masalah ini dengan penuh tanggung jawab.

“Membuat klaim berlebihan dan tidak dapat dipertahankan sangat bertentangan dalam hal ini,” kata Anurag dalam pernyataannya.

Dalam keterangan pers pihak India mengatakan tentaranya telah dimutilasi oleh prajurit China sampai mati di perbatasan Himalaya. Mereka turut menunjukkan alat pukul berpaku yang digunakan dalam perkelahian.

Jatuhnya korban tersebut menjadi peristiwa pertama kali sejak dua negara berseteru dari tahun 1975 lalu.

Meskipun demikian, kedua pihak mengaku tidak ada senjata api yang meletus dalam konflik itu. Keduanya sepakat mengikuti perjanjian damai Line of Actual Control (LAC) selama berada di lembah setinggi 17 ribu kaki tersebut.

Dalam peristiwa tersebut, negara pimpinan Mohendra Modi juga menyebutkan seorang kolonel tewas akibat beberapa luka. Kolonel itu juga mati lantaran kedinginan, akibat suhu di wilayah yang berada di bawah nol derajat.

India mengungkap bahwa peristiwa di Lembah Galwan dipicu ketika tentara mereka membongkar sebuah kamp yang didirikan China. Kamp itu berada di perbatasan India.

Pembongkaran ini kemudian memicu perkelahian dan menyebabkan beberapa orang terluka. China kemudian mundur dan kembali dengan jumlah pasukan yang lebih besar selama akhir pekan. Pada Minggu nahas itu, mereka mulai melempari pasukan India dengan batu.

Pertempuran dalam skala kecil ini kian memanas akibat perkelahian di atas Sungai Galwan. Banyak tentara yang tewas setelah mereka terjun ke perairan gletser yang dingin di bawahnya.

Kolonel B Santosh Babu yang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut, pada awalnya hendak menjumpai komandan tentara China untuk mengatasi ketegangan tersebut. Namun, kolonel berusia 37 tahun tersebut justru terluka parah. Rombongan tentara India dipentung menggunakan pemukul berpaku. Mereka juga dilempari batu berlilit kawat berduri.

Penyerangan terhadap Kolonel B Santosh ini belakangan memicu kemarahan pasukan India. Dipimpin oleh seorang Mayor, pasukan India kemudian menyerang dengan ganas tentara China di kamp terdepan mereka. Menurut catatan, serangan ini melukai 60 tentara China. Tidak ada laporan apakah ada pasukan Naga Merah yang tewas.

Pertempuran ini berlangsung selama tiga jam di Lembah Sungai Galwan. Seorang Brigadir China sebenarnya sudah mengibarkan bendera putih dalam peristiwa itu. Namun, amuk pasukan India tak dapat dibendung lantaran kematian sang kolonel di depan mata pasukan.

Pertempuran tanpa senjata api itu mereda setelah tengah malam. Kedua belah pihak tidak mampu menahan serangan hipotermia karena suhu di bawah nol derajat.

Hingga saat ini, sebanyak enam tentara India dikabarkan hilang dalam peristiwa tersebut.

Menyikapi insiden ini, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, memperingatkan New Delhi untuk tidak meremehkan kekuatan Beijing. Dia menuntut India untuk melakukan penyelidikan atas insiden tersebut, serta meminta agar menghukum keras orang yang bertanggung jawab.

Pasca kejadian tersebut, televisi negara komunis itu langsung menyiarkan latihan militer tembakan langsung di daratan tinggi Tibet. Lokasinya sekitar 600 mil dari titik pertempuran mematikan pada Senin di Lembah Galwan.

Artileri dan tank yang memuntahkan peluru turut menghancurkan lanskap gurun di lokasi latihan. Berdasarkan tayangan televisi negara komunis itu, tentara yang berada di Tibet berjumlah sekitar 7.000 kendaraan alat berat. Mereka berada di bawah korps Chinese People Liberation Army. Tentara yang khusus menangani ancaman dari negara-negara tetangga di sekitar Tibet, termasuk India.

Sudah sebulan lebih ribuan tentara dari kedua belah pihak berhadapan di bentangan terpencil LAC sepanjang 1.200 mil itu. Titik ini menjadi tapal batas antara China dan India sejak perang pada 1962 lalu.(*)