Ilustrasi

JUMLAH orang yang terpapar virus corona (Covid-19) di Aceh terus bertambah sejak sepekan terakhir. Teranyar, MZ seorang balita berusia satu tahun dikabarkan positif Covid-19 karena terpapar dari kedua orangtuanya.

Hingga Jumat, 26 Juni 2020 kemarin disebutkan jumlah orang positif terpapar Covid-19 di Aceh mencapai 69 kasus. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) telah mencapai 119 kasus, termasuk tiga diantaranya masih menjalani perawatan oleh tim medis.

Penambahan jumlah orang terpapar virus corona di Aceh ini diduga kuat karena lemahnya pengawasan di pintu masuk ke Aceh dari zona merah, Sumatera Utara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pasien klaster lokal yang terjangkit Covid-19 setelah melakukan kontak langsung dengan seseorang yang baru saja datang atau kembali dari Sumatera Utara.

SUK atau SUH, pria berusia 60-an tahun yang berasal dari Berandan, Sumatera Utara, misalnya. Dia mengeluhkan sakit setiba di Aceh untuk menjenguk keluarganya yang berdomisili di Aceh Besar. SUH yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum dr Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh sebelumnya sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pertamedika.

SUH yang sempat menjalin kontak erat dengan beberapa orang di Aceh Besar turut membuat sembilan orang lainnya terpapar Covid-19. Mereka diantaranya berinisial NA (66), LS (38), SUS (37), BA (12), dan AB (4).

Selain itu, empat perawat yang merawat SUH di RSUZA juga disebutkan positif Covid-19 adalah DEM (29), MUS (32), HY (36), dan HEL (40).

Tak hanya itu, seorang laki-laki dewasa yang menetap di Banda Aceh berinisial AR (54) juga positif Covid-19 setelah melakukan kontak erat dengan SUH.

Pada Jumat, 26 Juni 2020 kemarin hasil swab terhadap kontak erat SUH kembali menunjukkan seorang balita, MZ, positif Covid-19.

Selain SUH, dua orang lainnya yang juga terpapar Covid-19 dari zona merah adalah RR (18) dan MI (29). RR merupakan warga Aceh Selatan yang memiliki riwayat ke daerah penularan lokal di Sumatera Utara. Sementara MI merupakan seorang karyawan bank swasta di Banda Aceh yang beralamat di Kota Medan.

Data Covid-19 Aceh hingga Jumat, 26 Juni 2020 | Sumber: Dinkes Aceh

Lebih lanjut, MS (42) dan DL (41) yang menjadi klaster lokal Covid-19 di Lhokseumawe dan Aceh Utara juga memiliki riwayat ke zona merah. Dari kasus MS dan DL sebanyak 10 orang terpapar Covid-19 di kawasan tersebut. Mereka adalah HM, MN, MY, SN, MW, YN, SH dan KA. Semuanya adalah warga Aceh Utara.

Selanjutnya JB, MH, YI, dan RM yang tercatat sebagai warga Kota Lhokseumawe.

Mereka saat ini masih menjalani isolasi dan perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19.

Pada Kamis, 25 Juni 2020, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Pemerintah Aceh kembali melaporkan adanya penambahan 13 kasus orang positif virus corona. Mereka masing-masing berinisal NS (33), WW (49), MS (30), dan MI (42) dari Banda Aceh. Selanjutnya HY (37) dari Langsa, dan DF (30) asal Aceh Barat.

Pada hari yang sama, Gugus Tugas juga menyebutkan CF (26), HD (30), EY (36), HS (33) dan RZ (31) dari Aceh Besar juga positif Covid-19. Tak hanya itu, hasil swab satu warga Filipina, MD (37), dan warga Medan SA (40) juga positif Covid-19 pada hari yang sama.

Peningkatan kasus ini memicu kekhawatiran banyak pihak di Aceh. Apalagi sebelumnya Aceh sempat masuk dalam zona kuning Covid-19. Bahkan kasus Covid-19 di Aceh sempat landai selama dua pekan, sebelum dilaporkan adanya klaster lokal Lhokseumawe-Aceh Utara dan Aceh Besar.

“Kita mesti lebih awas lagi menjaga diri, menjaga keluarga, dan menjaga tetangga kita. Sebaiknya kita saling bersilaturahmi dengan alat komunikasi untuk sementara ini,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, Jumat, 26 Juni 2020 kemarin.(*)