Tim Persiraja di Liga 1 tahun 2020 | Foto: MO Persiraja

PERSIRAJA menjadi wakil tunggal zona Sumatera dalam Liga 1 2020 ini. Klub yang baru saja naik kasta setelah menyabet juara 3 di Liga 2 itu justru harus bersabar, setelah kompetisi liga tertinggi di Indonesia itu dihentikan sementara. Penyebab utama adalah pandemi virus corona yang mewabah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Padahal, klub asal Aceh tersebut sedang berada di puncak saat Liga 1 dihentikan untuk sementara waktu. Mereka pun baru melakoni tiga laga di pembuka musim tahun ini. Dua laga tandang dan satu laga kandang yang torehan hasilnya memuaskan.

Persiraja berhasil lolos ke Liga 1 setelah Semen Padang dibungkam PSIS Semarang dalam kompetisi lalu. Selain itu, Perseru Badak Lampung yang juga dijagokan juga terseok saat hendak naik kasta. Alhasil klub sepakbola binaan Hendri Susilo tersebut menjadi satu-satunya wakil Sumatera di musim ini.

Raihan tersebut sempat mengejutkan banyak pihak. Euforia dari pendukung Tim Lantak Laju pun bergemuruh. Kenapa tidak, setelah terakhir kali lolos ke Divisi Utama musim 2010/2011, klub asal Aceh itu tak kunjung mendapat tiket ke level tertinggi sepakbola tanah air.

Persiraja Banda Aceh yang didirikan pada 28 Juli 1957 silam tersebut sebenarnya pernah menjadi juara di sepakbola tanah air. Tepatnya pada tahun 1980, Persiraja keluar sebagai juara setelah menaklukkan Persipura Jayapura dengan skor 3-1.

Namun, prestasi tersebut kemudian hilang seiring konflik terjadi di Aceh. Prestasi klub berjuluk Lantak Laju itu pun meredup setelah banyak dualisme kepemimpinan terjadi di organisasi sepakbola tanah air.

Penantian panjang pecinta sepakbola asal Aceh sedikitnya terbayar, ketika anak asuh Nazaruddin Dek Gam itu berhasil merebut tiket ke Liga 1 musim lalu. Sorak sorai pendukung sempat menggema di Aceh waktu itu. Pun demikian, pemain maupun official harus bersabar untuk kembali menunjukkan kiprah mereka di liga tertinggi sepakbola Indonesia. Setidaknya hingga PSSI dan PT LIB kembali menggelar kompetisi pada Juni mendatang.

“Bila nanti wabah corona sudah berakhir, kita mendukung PSSI dan PT. LIB untuk menggulirkan kembali kompetisi. Masyarakat Aceh dan Indonesia umumnya juga masih sangat berharap kompetisi kembali diputar, karena Persiraja menjadi satu-satunya hiburan bagi rakyat Aceh,” ujar Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam, Rabu, 15 April 2020 lalu.(*)