DUA Kepala Keluarga (KK) dengan 5 jiwa terpaksa mengungsi lantaran rumah yang dihuni mereka retak akibat pergeseran tanah di Lamkleng Kecamatan Cot Glie Kabupaten Aceh Besar. Adapun mereka yang mengungsi tersebut adalah keluarga Ramli dan Tgk Samsuar.

“Dalam rangka penanganan darurat di lokasi kejadian, sejak malam Kamis, 13 Januari 2021, telah disiagakan personil dari BPBD Kabupaten Aceh Besar dan Tagana dari Dinas Sosial Aceh Besar, disamping telah didirikan dua unit tenda, satu tenda untuk koordinasi dari BPBD Kabupaten Aceh Besar dan satu unit lagi dari Dinas Sosial Kabupaten Aceh Besar,” ujar Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas, saat memantau lokasi pergerakan tanah, Jumat, 15 Januari 2021.

Saat berkunjung ke lokasi, Kalak BPBA didampingi oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBA, Fazli dan Dr. Nazli dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Ikut mendampingi Kalak BPBA ke lokasi, Kalak BPBD Aceh Besar, Farhan AP dan disambut oleh Camat Cot Glie, Imam Munandar, dan keuchik setempat.

Kawasan tanah bergerak tersebut berada di  Gampong Lam Klieng. Guna mencapai lokasi, dapat diakses melalui jalan makam Pahlawan Nasional Panglima Polem.

Saat di lokasi pergerakan tanah, Kalak BPBA sempat mengukur kedalaman pergerakan tanah, dimana hasil pengukurannya 140 cm.

“Hasil ukuran ini dapat diambil kesimpulan sementara sebagai informasi dimana terjadi pergeseran sekitar 30 cm tiap harinya,” kata Ilyas.

Berdasarkan hasil pantauan pihak BPBD Aceh Besar, saat diukur pertama kali pada Senin lalu, kedalamannya baru sekitar 40 cm. Namun ukuran kedalaman tersebut berubah keesokan harinya menjadi 70 cm, dan terkahir diukur pada Rabu, dengan kedalaman sudah mencapai 110 cm.

Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan antara Kalak BPBA dan Kalak BPBD Aceh Besar, dalam waktu dekat akan dilakukan rapat koordinasi lintas sektor terkait termasuk mengundang para akademisi dari Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Kalak BPBA juga meminta BPBD Aceh Besar untuk mengirim surat ke BPBA untuk permintaan logistik dan kebutuhan lainnya.

“BPBA akan membantu,” tutup Ilyas yang biasa disapa Abi mengakhiri keterangannya.[]