Foto Istimewa

PASANGAN non-muhrim RP dan JRP hari ini menjalani hukuman 100 kali cambuk karena melanggar Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat soal jarimah zina. Eksekusi tersebut dilaksanakan Kejaksaan Negeri Jantho di halaman Masjid Agung Al Munawwarah, Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat, 4 September 2020 sekitar pukul 14.30 WIB.

Eksekusi ini dilaksanakan setelah Mahkamah Syariah Jantho memutuskan perkara Nomor 12/JN/2020/MS-JTH, tanggal 6 Agustus 2020, dengan terdakwa RP dan JRP.

Proses eksekusi cambuk yang turut dihadiri oleh Ketua Mahkamah Syariah Jantho, Siti Halwa, SHI, MH. Sementara prosesi kegiatan dipimpin oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab atau akrab disapa Waled Husaini.

Ikut hadir di lokasi seperti Kajari Aceh Besar, unsur Polres Aceh Besar, dan jajaran Kodim Aceh Besar.

Pelaksanaan uqubat cambuk tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam siaran pers yang diterima SumateraPost.com disebutkan, pasangan RP dan JRP terbukti melanggar Pasal 33 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014.

Sementara itu, Ketua Mahkamah Syariah Jantho, Siti Halwa mengatakan statistik jumlah perkara jinayat yang masuk dan diadili di Mahkamah Syariah Jantho kian menurun. Dia memaparkan pada tahun 2017, jumlah perkara jinayat di wilayah hukum itu mencapai 49 perkara. Jumlah tersebut kemudian turun pada tahun 2018 dengan 26 perkara, dan 2019 dengan 18 perkara.

Statistik penurunan jumlah perkara juga terlihat pada tahun 2020. Hingga awal September 2020, Mahkamah Syariah Jantho baru mendapat pelimpahan kasus pelanggaran qanun tersebut sebanyak 15 perkara.

“Alhamdulillah tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat Kabupaten Aceh Besar secara khususnya untuk tidak melanggar hukum sudah mulai terlihat. Hal ini patut kita apresiasi,” ujar Siti Halwa dalam siaran pers tersebut.[]