Ilustrasi kebakaran pemukiman penduduk | Foto: BPBA

KEBAKARAN pemukiman mendominasi kejadian bencana di Aceh sepanjang Agustus 2020 dengan jumlah total mencapai 37 kali kejadian. Sementara angin puting beliung menempati peringkat kedua bencana alam Aceh pada kurun waktu yang sama.

“Angin puting beliung sebanyak 18 kali kejadian, disusul kebakaran hutan dan lahan yakni sebanyak 12 kali kejadian dan menghanguskan 75 hektar lahan,” ungkap Kepala BPBA, Sunawardi, Selasa, 1 Agustus 2020 kemarin.

Data yang dilansir BPBA menyebutkan bencana kebakaran pemukiman terbanyak terjadi di Aceh Utara dan Bireuen, dengan masing-masing kejadian mencapai lima kali. Sementara wilayah Aceh Selatan mendominasi bencana kebakaran lahan dengan jumlah mencapai tiga kali kejadian.

Akibat bencana ini menyebabkan 94 rumah, 47 ruko, dan satu sarana ibadah hangus dilahap api. “Korban luka-luka berjumlah dua orang, korban terdampak berjumlah 72 KK atau 256 jiwa dari 37 Desa dan 37 Kecamatan,” tambah Sunawardi, seraya mengatakan total kerugian akibat kebakaran mencapai Rp24 miliar.

Selain bencana tersebut, Aceh juga masih dibayang-bayangi oleh bencana banjir. Selama Agustus 2020, diketahui terjadi lima kali banjir di seluruh Aceh. Sementara gempa melanda daerah ini mencapai lima kali, dan longsor dua kali kejadian.

Sabang yang menjadi daerah wisata kerap dilanda angin kencang kurun waktu Agustus 2020. Jumlahnya mencapai lima kali.

Sementara banjir dominan terjadi di Simeulue dengan tiga kali kejadian.

“Wilayah yang paling banyak mengalami kejadian bencana pada bulan Agustus 2020 ini adalah Sabang, sebanyak delapan kali kejadian dan Kabupaten Bener Meriah enam kali kejadian bencana alam, yang keduanya didominasi oleh angin puting beliung,” lanjut Sunawardi.

Di Aceh Timur tercatat enam kali kejadian bencana alam, disusul Aceh Besar, Aceh Selatan dan Aceh Tenggara dengan jumlah masing-masing kejadia bencana sebanyak lima kali. “Dominan kebakaran pemukiman.”

Sebanyak 396 Kepala Keluarga dengan total 1.202 jiwa terdampak bencana alam di seluruh Aceh. Jumlah pengungsi selama Agustus 2020 ini juga mencapai 123 jiwa. “Total kerugian secara keseluruhan yang disebabkan oleh semua bencana di bulan Agustus 2020 adalah Rp32 miliar,” pungkas Sunawardi.[]