@detik.com

Sebuah bangunan yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Ar-Rahmat, Desa Weragati, Kecamatan Palasah memiliki bentuk yang unik dan tidak biasa. Bangunan tersebut berdiri kokoh dengan gaya arsitektur klenteng khas Tionghoa.

Dilihat detikcom, bangunan itu memiliki warna dominan merah dengan genteng berwarna hijau. Sementara di atapnya terdapat tiga lapisan genteng berbentuk segi delapan yang dibuat bertingkat.

Selain itu di tiap sudut atap bangunan juga terdapat miniatur ujung kapal Cheng Ho yang menandakan jika Cheng Ho merupakan seorang pelaut Muslim dari negeri China.

Bangunan tersebut diketahui merupakan tempat bagi para santri di Ponpes Ar-Rahmat sebagai untuk belajar tahfidz. Pengasuh Ponpes Ar-Rahmat Dr. H. Adib mengatakan bangunan tersebut dibangun sekitar tahun 2016 lalu.

“Bangunan ini sudah ada sejak 2016 lalu, sehari-harinya bangunan ini dipakai untuk santri belajar tahfidz,” kata Adib di Ponpes Ar-Rahmat, Jumat (16/4/2021).

Menurut Adib bangunan tersebut sengaja dibuat oleh pendiri Ponpes Ar-Rahmat Ena Sarya Soemarna yang terinspirasi dari Masjid Cheng Ho yang ada di Surabaya, Jawa Timur.

“Beliau memang berasal dari Surabaya, jadi beliau berfikir untuk membuat bangunan di ponpes ini yang unik dan tidak ada di tempat lain. Jadilah dibuat bangunan dengan gaya arsitektur klenteng ini,” ucap Adib.

Ponpes Ar-Rahmat sendiri dibangun oleh Ena Sarya Soemarna pada tahun 2005 lalu. Menurutnya, pembuatan bangunan dengan arsitektur klenteng itu tidak semata-mata hanya untuk menjadikan bangunan tersebut unik dan berbeda dari bangunan lainnya.

Namun ada filosofi dan maksud tersendiri dari gaya arsitektur klenteng yang dihadirkan di lingkungan Ponpes Ar-Rahmat.

“Santri harus meneladani perjuangan Cheng Ho yang mempunyai andil dalam penyebaran agama Islam. Para santri juga harus menerapkan nilai-nilai toleransi, karena bangunan ini kan khas dari negeri Tionghoa tapi ada di pesantren, jadi harus saling menghargai,” tandasnya.

sumber: detik.com