Ilustrasi | Foto: Boy Nashruddin Agus

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan ketakutannya akan gempa megathrust dan tsunami dahsyat yang bisa saja terjadi.

“Gempa merusak Indonesia, Januari 2021. Ada beberapa tempat. Walau skala tak besar, tapi di Talaud 7 SR. Kita takut megathrust. Di pantai Barat Sumatera, Pantai Selatan Jawa. Ini akan diduga terjadi, kapan dimana kita tak tahu. Itulah alam. Kita harus siap hadapi itu,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) Tahun 2021 Hari ke-2 di Jakarta, Kamis, 4 Maret 2021.

Menurutnya, sudah pernah digelar Rapat Terbatas (Ratas) untuk membahas hal ini. Posisi BNPB dalam hal ini menjadi sangat strategis supaya bisa melakukan koordinasi dan mengerahkan seluruh kekuatan apabila terjadi gempa.

“Tak boleh main-main. Di Palu jangan diberi izin membangun. BMKG sudah bilang tanah labil. Tidak ada kok 10 tahun, tapi kan 11-12-13 tahun. Rakyat korban. Anda yang tanda tangan harus tanggung jawab,” serunya.

Luhut menerangkan, ada beberapa wilayah yang merupakan zona potensi gempa tahun ini. Hal ini berdasarkan data potensi, zona aktif, seismic gap dan distribusi b-value.

“Mentawai, Bengkulu, Selat Sunda-Banten, Selat Bali, Sulawesi Utara-Laut Maluku, Aceh, Sorong, Matano,” kata Luhut dalam paparannya.

Dia meminta seluruh kepala daerah untuk mempelajari gempa ini, baik dari seluruh kejadian yang sudah berlalu hingga isi dari peraturan Presiden yang telah dibuat. Dia memohon jangan ada ego sektoral.

“Saya mohon semua memperhatikan target yang sudah disusun. Tanpa kerjasama tak yakin bisa dilakukan. Jangan hanya pikir bangun tol, Sovereign wealth fund (SWF) yang penting. Semua itu tidak ada apa-apanya bayangkan kalau sampai terjadi megathrust berturut-turut kita akan setback,” pungkasnya.

Sebelumnya, ada sejumlah riset tahun 2019 tentang potensi tsunami di selatan Pulau Jawa. Dari hasil penelitian ditemukan di lokasi megathrust pernah terdapat beberapa gempa kuat di bagian barat dan timur Jawa. Selain itu dengan model yang diturunkan dari GPS, anggota tim riset melakukan simulasi.

Skenario terburuk yang terjadi, jika sumber berada sebelah barat dan timur pecah bersamaan maka tinggi tsunami 20 meter di sebelah barat dan 12 meter di timur dan di tengah-tengah sekitar 4,5-5 meter.

Selain itu, potensi gempa bumi dan tsunami dahsyat juga ada di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk selatan Sumatera Barat.[] Sumber: CNBC Indonesia