PULAU Sumatra saat ini merupakan bagian dari salah satu wilayah yang bernaung di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pulau ini berbatasan langsung dengan Selat Sunda, Selat Malaka, Teluk Benggala dan Samudera Hindia dengan luas wilayah mencapai 473.481 km².

Sumatra tercatat sebagai pulau keename terbesar di dunia, yang di atas punggungnya berdiri 10 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Dari provinsi-provinsi tersebut, Sumatra menyimpan kekayaan alam yang indah, gunung yang tinggi, sungai yang menjadi sumber kehidupan dan juga danau-danau besar nan eksotik.

Ketika berbicara danau di Sumatra, banyak orang akan langsung terbayang dengan Danau Toba di Sumatera Utara atau Danau Lut Tawar di Aceh Tengah, Aceh. Padahal, selain dua danau itu, Sumatra menyimpan sejumlah danau lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi.

Sebelum merincikan danau-danau yang ada di Sumatra, ada baiknya kita mengetahui pengertian danau.

Merujuk Dinamika Hidrosfer (2018), danau adalah tubuh perairan yang dikelilingi oleh daratan dan terletak di daerah cekungan. Danau memiliki kedalaman yang dangkal. Airnya berasal dari berbagai sumber seperti mata air, air tanah, air sungai, air tawar dan air asin.

Selain tercipta secara alami, danau juga dibangun oleh manusia dengan cara membendung sungai. Khusus untuk danau buatan manusia tersebut disebut dengan setu (situ) atau embung.

Danau memberikan banyak manfaat bagi kehidupan, tak hanya bagi manusia akan tetapi juga untuk makhluk lainnya. Di antara fungsi danau adalah sebagai sumber pengairan untuk areal pertanian di sekitar danau, bahkan jauh dari danau; tempat membudidayakan ikan, udang, dan kepiting; ssebagai pencegah dan pengendalian banjir; sumber energi pembangkit listrik; dan sumber air minum bagi makhluk hidup.

Selain itu, danau juga berfungsi sebagai sarana transportasi atau penghubung antarwilayah; sarana rekreasi bagi masyarakat dan wisatawan; sarana penyalur hobi dan olahraga; hingga sebagai tempat riset dan penelitian.

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi danau, SumateraPost.com mencoba riset sederhana untuk mengetahui secara detil danau-danau yang ada di Sumatra.

Berikut di antaranya:

Danau Aneuk Laot

Danau ini berada di Pulau Weh atau akrab disebut Sabang, sebuah pulau yang ada di wilayah Sumatra. Luas danau ini sekitar 37,5 hektar yang berada di wilayah administratif kelurahan Aneuk Laot.

Pemandangan alam di danau ini sangat menawan dan dapat memanjakan mata. Airnya jernih kebiruan yang menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke lokasi.

Di Danau Aneuk Laot para wisatawan dapat bersantai, para pengunjung dapat menikmati kesegaran air danau dengan berenang dan bermain.

Udara di sekitar Danau Aneuk Laot juga sejuk dan segar alias bebas polusi.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke danau ini adalah pada sore ketika hari cerah. Jika waktunya pas, maka wisatawan akan melihat indahnya pancaran matahari yang rebah ke barat. Tak hanya itu, wisatawan juga akan melihat banyak burung yang kembali ke sarang masing-masing di sekitar danau tersebut.

Kala matahari sudah terbenam, pesona matahari akan diganti dengan gemerlapnya lampu-lampu di atas danau.

Untuk mengunjungi kawasan ini, wisatawan dapat menumpang jet atau helikopter pribadi. Wisatawan juga dapat memanfaatkan transportasi umum atau menyewa mobil serta sepeda motor rental di kawasan Pelabuhan Balohan.

Menuju kawasan Danau Aneuk Laot dapat melalui Jalan Untung Surapati-Jalan Cut Meutia-Jalan Diponegoro dan Jalan Abdul Madjid Ibrahim. Sementara Danau Aneuk Laot sendiri berada di bilangan Jalan Cut Nyak Dhien.

Danau Lut Tawar

Danau ini berada di kawasan Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Luas danau ini mencapai kurang lebih 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3.219 km. Volume airnya sekitar 2,5 triliun liter yang berhulu dari 25 sungai dengan total debit air kira-kira 10.043 liter per detik.

Masyarakat setempat memanfaatkan kawasan pinggiran danau sebagai tempat berkebun, salah satunya untuk menanam biji kopi.

Udara di kawasan Danau Lut Tawar sangat sejuk, pemandangan hijau alami yang sesekali berkabut karena faktor suhu di lokasi, dan sesekali cerah memukau dengan bentang alam perbukitan mengapit sekitar danau tersebut.

Untuk bisa sampai ke Danau Lut Tawar, wisatawan dapat memilih dua jalur. Pertama melalui kota Takengon, Aceh Tengah atau langsung dari Kota Banda Aceh.

Jika bergerak dari Takengon, wisatawan hanya membutuhkan waktu 10 menit. Sementara jika bergerak dari Banda Aceh harus menempuh jarak hingga 320 km.

Selain disuguhkan dengan pemandangan indah nan hijau, wisatawan yang tiba di Danau Lut Tawar juga dapat menikmati kuliner ikan bakar atau ikan depik. Selain itu, wisatawan juga dapat melihat aktivitas nelayan setempat yang menjala ikan di kawasan tersebut.

Danau Bungara

Danau ini berada di Kecamatan Kuta Baharu, Kabupaten Aceh Singkil. Luasnya diperkirakan mencapai 85,6 hektare berdasarkan hasil survei Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Singkil.

Beragam jenis ikan air tawar ada di habitat Danau Bungara, seperti ikan pahiten, baung, bakut, mujahir, dan ikan mas. Selain itu, di danau tersebut juga hidup beberapa jenis ikan laut seperti ikan merang, kerong, cabe-cabe, ikan tanda dan jenis ikan lainnya. Hal inilah yang membuat masyarakat sekitar percaya adanya aliran air yang tersembunyi antara danau ke pantai Gosong Telaga.

Di masa penjajahan Belanda, Danau Bungara kerap difungsikan sebagai wadah untuk mengalirkan pohon-pohon kapur ke aliran Sungai Soraya, sungai terbesar yang membentang dari Gayo Lues hingga ke muara Singkil.

Lokasi danau ini terbilang eksotis. Inilah yang memicu warga setempat untuk membangun spot-spot penunjang wisata di kawasan tersebut, seperti pengadaan transportasi keliling danau, jembatan kayu berupa dermaga dan tempat berswafoto bagi pengunjung wisata.

Masyarakat setempat juga mulai membenahi kawasan dengan membangun warung-warung penunjang wisata.

Danau ini dikelilingi oleh empat kampung. Di sebelah timur berbatasan dengan Kampung Butar, di sebelah barat dengan Kampung Lentong, utara dengan Kampung Danau Bungara, dan di sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Lapahan Buaya.

Danau Bungara saat ini dinilai cocok bagi wisatawan bacpaker dan traveler penantang alam liar. Sementara wisatawan penikmat panorama alam masih harus bersabar, lantaran belum ada fasilitas publik yang dapat membuat pelancong nyaman. Apalagi jarak tempuh ke danau tersebut dari Kota Subulussalam mencapai 47 km dan dari Kota Singkil berjarak 60 km.

Danau Paris

Danau ini berada di wilayah Biskang, Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil. Ukuran luas danau ini sekitar 58,51 hektar dan volume 877,650 meter kubik.

Lokasi danau ini cocok bagi wisatawan backpaker lantaran membutuhkan fisik dan energi ekstra untuk sampai ke tempat tujuan.

Danau Peastep

Danau ini memiliki volume 1,8 meter kubik dan berada di Kabupaten Gayo Lues. Endapan air di danau ini berada di atas lahan seluas 10,9 hektar, sehingga menjadikannya sebagai danau terkecil di Aceh.

Lokasinya menarik sehingga banyak wisatawan berkunjung ke lokasi ini, terutama bagi mereka yang hendak kamping dan memancing.

Danau Teluk Dalam atau Lawik Tawar

Danau ini berada di Kepulauan Simeulue, tepatnya di Gampong Kuala Bakti yang berjarak sekitar 53 kilometer dari pusat kota Sinabang.

Danau ini berukuran sekitar 800 meter dengan lebar kira-kira mencapai 500 meter. Di sekeliling danau ini terdapat lanskap perbukitan hijau.

Jalur menuju danau ini dapat ditempuh melalui Teupah Tengah, Teupah Barat dan Simeulue Tengah. Sementara jika bergerak dari kota Sinabang, pengunjung dapat mengambil jalur aspal Kecamatan Teluk Dalam sejauh 48 kilometer, melintasi kebun kelapa sawit PDK dan hutan pengunungan Teluk Dalam.

Danau ini dikelilingi oleh rimbunnya hutan. Sementara di atas danau tumbuh batang rumbia yang menjadi habitat bagi ikan dan udang.

Danau Laut Bangko

Danau ini berada di Desa Ujung Padang, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan. Mayoritas masyarakat lokal merupakan suku Aceh Pesisir yang bahasa sehari-harinya adalah aneuk jame.

Danau Laut Bangko tak kalah indah dengan danau lain yang ada di Aceh atau Sumatra, memilik daya tarik panorama alam khas dengan pemandangan pegunungan dan hutan hujan tropis yang masih asli.

Kondisi jalan menuju ke lokasi Danau Laut Bangko sudah baik dan dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari Tapaktuan, ibukota Aceh Selatan, sekitar 1,5 jam perjalanan atau sekitar 90 Km. Sementara untuk mencapai danau, para pengunjung harus menumpang perahu dan menyusuri sungai selama delapan jam.

Danau ini memiliki luas sekitar 70,8 hektare atau ketiga terbesar di Aceh dengan volume mencapai 2,4 juta meter kubik.

Danau Aneuk Laot | Disbudpar Aceh

Danau Pinang

Danau ini berada di Aceh Singkil dengan luas area mencapai 34,45 hektar. Volume air di danau ini hanya sekitar 516.750 meter kubik.

Danau Laut Nie Pineung Suasa

Danau ini sering juga disebut Danau Pinang. Lokasinya berada di Gampong Pasi Timon, Kecamatan Teunom, Aceh Jaya dengan jarak dari ibukota Calang sekitar 47 kilometer saja.

Danau ini berada di ketinggian 13 meter di atas permukaan laut, dan membutuhkan waktu tempuh hingga tiga jam jika bergerak dari Banda Aceh.

Fasilitas wisata di danau ini sudah lengkap sehingga cocok dijadikan salah satu destinasi liburan di akhir pekan.

Danau Laut Tadu

Danau ini berada di Gampong Alue Gajah, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya. Kawasan endapan air tawar ini sangat cocok menjadi spot rekreasi bagi keluarga karena sudah dikelola dengan baik, dan dilengkapi wahana bermain yang seru.

Meskipun demikian, keberadaan danau ini belum terpromosi dengan baik meskipun memiliki panorama alam yang bisa bikin orang jatuh cinta.

Sayangnya, danau ini berada di antara lahan perkebunan sawit.

Danau Kemiki

Danau ini berada di kawasan Gunong Peut Sago, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie. Untuk menikmati pesona sang danau, para pengunjung harus mendaki gunung dan mengikuti ekspedisi khusus.

Letak danau ini berada di wilayah pedalaman Aceh, di ketinggian 2.780 mdpl sehingga menjadikannya sebagai danau tertinggi di Aceh.

Beragam vegitasi tumbuhan ada di danau ini, seperti bunga Raflesia, anggrek langka hingga Kantong Semar.

Danau Biru Rerebe

Danau ini berada di wilayah Gayo Lues, tepatnya di Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya. Sebenarnya danau ini merupakan danau buatan manusia dengan ceruk seluas 100×100 meter yang sumber airnya berasal dari air terjun di kawasan tersebut.

Seperti namanya, danau ini berwarna biru yang asalnya dari batu kapur.

Danau Toba

Nah, untuk danau ini sudah banyak yang tahu kan? Letaknya di Provinsi Sumatera Utara dengan luas mencapai 1.130 km². Danau ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, yang merupakan danau tekto-vulkanik.

Di tengah danau ini terdapat Pulau Samosir yang dihuni oleh suku Tomok dan Simanindo. Luas pulau ini setara dengan negara Singapura.

Danau ini memiliki luas 113 ribu hektar dan kawasan badan otorita mencapai 500 hektar. Kedalaman danau mencapai 505 meter dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter.

Danau Toba terbentuk akibat letusan gunung berapi super masif berkekuatan VEI 8 sekitar 69 ribu sampai 77 ribu tahun lalu.

Memiliki area yang luas, danau ini masuk di beberapa kabupaten seperti Samosir, Toba Samosir, Simalungun, Karo, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Dairi.

Danau Toba dapat ditempuh melalui Bandara Internasional Kualanamu dengan waktu mencapai tiga jam. Atau pengunjung dapat mengakses danau ini melalui Bandara Domestik Silangit yang jarak tempunya hanya 20 menit.

Danau Lau Kawar

Danau ini berada di kaki Gunung Sinabung, sekitar 30 km dari kota Medan. Lokasi tepatnya berada di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Sepanjang perjalanan menuju danau ini, para pengunjung akan disuguhi keindahan kawasan Gunung Sinabung. Air di danau ini berwarna kehijauan, suasananya di kawasan juga sejuk.

Perbukitan hijau dan Gunung Sinabung akan menjadi landscape penambah di kawasan Danau Lau Kawar ini. Kawasan danau bersih dari sampah dan memiliki area yang cukup luas untuk pengunjung mendirikan tenda.

Untuk ke sana, wisatawan harus sabar sebentar menunggu aktivitas erupsi Gunungapi Sinabung reda ya.

Danau di Atas dan Danau di Bawah

Di Kabupaten Solok, tepatnya di wilayah Alahan Panjang, Sumatera Barat terdapat dua buah danau yang memiliki luas dan ketinggia muka air hampir sama. Kedua danau tersebut adalah Danau Diatas dan Danau Dibawah atau lebih dikenal dengan Danau Kembar.

Danau Diatas merupakan hulu dari sungai Batanghari yang memberlah Pulau Sumatera dan bermuara di Selat Malaka.

Keberadaan sungai tersebut yang menjadikan Danau Diatas berbeda dengan Danau Dibawah, meskipun sering disebut Danau Kembar.

Hal lain yang membedakan kedua danau itu adalah dari sisi kedangkalan dasar danau. Danau Diatas memiliki titik terdalam sekitar 44 meter. Sementara Danau Dibawah memiliki kedalaman mencapai 884 meter dari muka air.

Wisatawan sering memanfaatkan Danau Diatas sebagai ajang melepas penat. Hal berbeda justru terljadi dengan Danau Dibawah yang terkesan sengaja diasingkan dari hiruk pikuk wisatawan.

Danau Maninjau

Danau ini merupakan sebuah danau vulkanik yang berada tepat di jantung Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau Maninjau berada di ketinggian sekitar 460 meter di atas permukaan laut, yang membentang seluas 100 km persegi dengan kedalaman rata-rata 105 meter. Dengan luasnya tersebut, Maninjau menjadi danau terluas kesebelas di Indonesia.

Daya tarik Danau Maninjau terletak pada keindahan panorama alamnya yang bisa dilihat dari kejauhan. Karenanya, tidak lengkap jika membahas Danau Maninjau tanpa membahas spot ideal untuk menikmatinya. Terutama bagi para pecinta fotografi pastinya tidak ingin melewatkan keindahan tersebut tanpa mengabadikannya.

Spot terbaik untuk mengamati Danau Maninjau adalah dari tengah kawasan yang disebut kelok 44, yaitu dari sekitar kelok 23 hingga kelok 30. Di sekitar area inilah pemandangan bentangan danau yang dihiasi hamparan sawah nan subur terlihat sangat indah dan dapat memberikan ketenangan hati bagi mereka yang menyaksikannya.

Danau Singkarak | Ist

Danau Singkarak

Danau ini juga terletak di Sumatera Barat. Butuh waktu sekitar 1,5-2 jam perjalanan dari Kota Padang untuk menuju ke Danau Singkarak ini.

Bentang alam danau dikelilingi oleh Bukit Barisan yang berjejer rapi ditumbuhi padang rumput.

Ada beberapa puncak yang memikat wisatawan berkunjung untuk menikmati keindahan danau ini, seperti Puncak Thailand atau Pulau yang berada di Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat atau sebelah kanan jalan Raya Ombilin.

Selanjutnya, Puncak Aua Sarumpun atau Layang-Layang yang berada di Nagari Tigo Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Kemudian Puncak Payo atau Putaran Angin di Jorong Payo Rapuih, Nagari Batipuah Baruah, Kecamatan Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ada juga Puncak Gobah Aripan di Nagari Aripan, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Di puncak ini, wisatawan sering menikmati paralayang atau sekadar berfoto di rumah pohon Aripan.

Di kawasan Danau Singkarak juga terdapat Puncak Cinangkiak yang berada di Jorong Tampunik, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Selanjutnya Puncak Akasia di Jorong kacang, kabupaten Solok atau diperbatasan antara Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar, dan beberapa puncak lainnya yang kerap dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati keindahan Danau Singkarak.

Danau ini disebutkan memiliki luas 107,8 km². Namun, luas ini saban tahun bertambah karena proses alam. “Danau itu makin lama makin luas karena memang ada istilah geologi namanya lembah patahan, yakni danau yang terbentuk akibat patahan lempengan,” kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, saat melakukan FGD di Batusangkar, Sumbar, seperti dikutip dari detik.com.

Danau Lain

Selain danau-danau tersebut, di Pulau Sumatra terdapat beberapa danau lain seperti Danau Dendam Tak Sudah, Danau Mas, dan Danau Tes di Provinsi Bengkulu. Kemudian ada juga Danau Biru di Pulau Bintan Kepulauan Riau, Danau Kerinci dan Danau Sipin di Provinsi Jambi.

Selanjutnya Pulau Sumatra juga dilengkapi dengan adanya Danau Ranau, Danau Air Itam, dan Danau Teloko yang berada di Provinsi Lampung.[]