NAMANYA Saifullah. Sering dipanggil Ifull oleh rekan-rekan seperjuangan. Sementara orangtua Ifull melakap anaknya dengan Muhammad Saifullah. Muhammad diambil dari nama Rasul Allah, selayaknya nama anak-anak Muslim kebanyakan di Indonesia.

Ifull merupakan wartawan muda di Aceh. Dia juga tercatat sebagai alumnus Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala. Namun, latarbelakang keilmuan dan profesinya sebagai jurnalis, tidak mengekang hobi Ifull untuk memetik gitar. Hampir saban waktu senggang, bujang peranakan Aceh-Mandailing itu menyentuh senar.

Pernah sebelum benar-benar aktif di dunia kewartawanan, Ifull nekat keliling dari satu warung kopi ke warung kopi lain untuk mengamen. Semua itu dilakukannya untuk kebutuhan hidup sehari-hari selama menuntut ilmu di ibukota provinsi. Tidak ada rasa malu yang membebani intelektual muda itu untuk bernyanyi. Apalagi lagu-lagu yang dibawa sebagiannya merupakan karya sendiri.

“Ada sepuluh lagu, campur-campur. Inspirasinya datang tak menentu, kadang terbersit saat melihat kasus di lapangan, terkadang terinspirasi dari kisah persahabatan, ada juga lagu yang tercipta lantaran terinspirasi percintaan,” ujar Saiful kepada sumaterapost.com, Selasa, 3 November 2020.

Kebanyakan lagu ciptaan Muhammad Saifullah diunggah ke channel YouTube pribadinya. Namun, channel itu belakangan dihapus karena khawatir diambil hak ciptanya oleh orang lain.

Seiring perjalanan waktu, Ifull kembali membuka channel YouTube miliknya dengan mengunggah lagu-lagu baru. Salah satunya berjudul “Bukan Salah Pertiwi”, lagu yang disebut-sebut terinspirasi dari segudang masalah masyarakat kelas bawah saat ini di Indonesia.

Tak perlu engkau bersedih, tak perlu engkau merintih, biarkanlah saja mereka tertawa, dengan luka yang kita rasa.

Demikian satu bait lagu ciptaan Ifull berjudul “Bukan Salah Pertiwi” yang sudah ditonton oleh 1.892 orang tersebut.

Lagu ini secara sepintas mirip dengan gaya Iwan Fals semasa muda, yang suka menyorot permasalahan sosial di tanah air. Suara sumbang Ifull dengan petikan gitar yang teratur juga mengingatkan penulis dengan Virgiawan Listanto itu.

Kendati mengakui terkadang suka mendengar Iwan Fals, tetapi lagu-lagu yang dicipta Ifull bukan terinspirasi dari sang maestro. Saiful belajar musik secara otodidak. Chord-chord gitar yang dipetik juga disesuaikan dengan suasana hati saban diri rehat dari kesibukan sehari-hari.

Lagu Saifullah berjudul “Bukan Salah Pertiwi” pertama kali dibuat pada Oktober 2020 dan baru selesai di awal November. Dalam menciptakan lagu, Ifull juga tidak memasang target. “(Kadang) terinspirasi sore, malam udah jadi tu lagu,” kata Saifullah.

“Kalau lagi pas memang enak, tapi kalau lagi enggak pas, susah juga (ciptakan lirik dan bikin chord lagu),” kata Ifull lagi.

Aktivitasnya sekarang sebagai wartawan salah satu media nasional yang fokus kerja di Banda Aceh, membuat hobi Saiful memetik dawai gitar kini tak sering seperti dulu. Dia juga sudah tidak rutin lagi keliling untuk uji mental sebagai penyanyi solo seperti masih berstatus sebagai mahasiswa. Pun demikian, bukan berarti ide untuk menciptakan lagu menjadi buntu. Setelah menelurkan “Bukan Salah Pertiwi”, Saifullah malah kembali merilis tembang baru berjudul ASS alias “Ada Saja Semua”.

Jangan sesali semua ini/ bukan keinginan pertiwi/negeri sengsara/ rakyat merana/ itu karena ulah-ulah mereka/penguasa yang serakah dunia,” bunyi bait lain lirik lagu “Bukan Salah Pertiwi” yang kini dapat dinikmati melalui akun YouTube “Muhammad Saifullah” sang wartawan yang juga penyair itu.[]

YouTube Muhammad Saifullah