NOVA Iriansyah secara sah dilantik menjadi Gubernur Aceh definitif sisa masa jabatan 2027-2022. Dia menggantikan posisi Irwandi Yusuf yang sebelumnya tersandung kasus korupsi dana otonomi khusus di Aceh.

Pelantikan Nova Iriansyah berlangsung di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Kamis, 5 November 2020 lalu. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang melantik Nova, hadir langsung ke lokasi kegiatan.

Di sisa masa jabatan itu, Nova Iriansyah diharap menjalin komunikasi dengan semua pihak di Aceh. Nova yang sebelumnya dibebankan sebagai pelaksana tugas Gubernur Aceh pasca tangkap tangan Irwandi Yusuf oleh KPK pun memiliki tugas besar mengurus 23 kabupaten dan kota. Tugas berat ini tentu tak bisa dilakukan sendiri. Butuh wakil untuk saling berbagi tanggung jawab. Namun pertanyaannya siapa?

Hingga saat ini, partai politik pengusung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah diduga belum sempat membahas hal itu. Padahal selain Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Partai Demokrat, pasangan Irwandi-Nova juga diusung oleh Partai Daerah Aceh (PDA). Pada Pilkada 2017, pasangan ini juga diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan.

Sesuai Pasal 54 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), pengusulan nama calon wakil gubernur dari partai pengusung memiliki batas waktu hingga akhir tahun ini. “Apabila terjadi kekosongan jabatan wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali kota sebagaimana dimaksud ayat (1) yang sisa masa jabatannya lebuh dari 18 bulan, gubernur/bupati/wali kota mengusulkan dua orang calon wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali kota untuk dipilih oleh rapat paripurna DPRA atau DPRK berdasarkan usulan partai politik atau gabungan partai politik lokal, atau gabungan partai politik dengan partai politik lokal yang pasangan calonnya terpilih dalam pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota,” bunyi Pasal 54 ayat (3) tersebut.

Salah satu pengurus harian Partai Demokrat Aceh, Ismi Amran, menyebutkan belum ada pembahasan soal siapa calon Wakil Gubernur Aceh di internal partai mereka. Demokrat Aceh juga belum membahas hal itu dengan partai pengusung. “Belum ada,” kata Ismi, yang mengaku sedang berada di Jakarta, Senin, 9 November 2020 siang.

Meskipun belum ada pembahasan antarpartai pengusung, tetapi beberapa nama calon wakil gubernur mulai mencuat ke permukaan. Nama-nama itu seperti Ketua PDA Muhibussabri, politisi PKB Aceh Ruslan, politisi PNA yang juga anggota DPRA Fahlevi Kirani, Samsul Bahri alias Tiyong, Muksalmina dan beberapa nama lainnya.

Nama-nama tersebut sering disebut oleh masing-masing internal partai pengusung kepada beberapa awak media, dalam sepekan terakhir. Alasannya beragam, baik karena ketokohan maupun faktor pengalaman.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final siapa tokoh yang disepakati untuk menjadi wakil pendamping Gubernur Nova Iriansyah.

PNA sendiri dikabarkan akan menggelar konvensi untuk memilih calon wakil gubernur. Partai lokal ini bahkan bersedia menggelar fit and proper test terhadap calon yang diusung, baik dari kalangan internal partai meskipun tidak menutup kemungkinan turut menjaring tokoh-tokoh luar PNA.

Sementara PDA yang sudah menggelar rapat pimpinan partai harian DPP telah sepakat mencalonkan Tgk Muhibussabri sebagai Wakil Gubernur Aceh.[]