Ilustrasi

VIRUS corona pemicu corona virus disease 2019 atau Covid-19 hingga saat ini masih menyebar secara masif di seluruh dunia. Para ilmuwan terus berpacu untuk mencari antivirus atau vaksin untuk mencegah penyakit serupa pneumonia tersebut. Namun, upaya ini belum membuahkan hasil yang opitmal.

Berbagai carapun dilakukan oleh para pihak untuk memangkas penyebaran virus itu. Salah satunya dengan menerapkan social distancing dan physical distancing.

Vietnam adalah salah satu negara yang berhasil memangkas penyebaran virus tersebut dengan pemberlakuan social distancing. Dari data yang dilansir AFP pada Kamis, 24 April 2020 lalu bahkan diketahui Vietnam hanya mencatat 268 kasus virus corona di negaranya.

Tidak ada korban yang meninggal meskipun negara itu berbatasan langsung dengan China, negara yang pertama kali terjangkit Covid-19. Vietnam kini sudah melonggarkan kebijakan social distancing atas keberhasilan tersebut.

Selain social distancing, beberapa negara di dunia juga mengoptimalkan penggunaan masker untuk mencegah menyebarnya virus corona. Begitu pula dengan Indonesia, yang hingga Jumat, 15 Mei 2020 terdapat 16.006 orang terkonfirmasi Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 1.043 orang.

Sumber: Kementerian Kesehatan (covid19.kemkes.go.id)

Gerakan menggunakan masker kemudian marak disosialisasikan oleh berabagai pihak. Termasuk oleh pemerintah dan juga masyarakat sipil. Aksi membagi-bagikan masker pun dilakukan untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar menggunakan masker dalam beraktivitas.

Begitu pula dengan Aceh, salah satu daerah yang berada di ujung paling barat pulau Sumatera. Sejak kasus covid-19 pertama kali terdeteksi di Indonesia, Pemerintah Aceh bergerak cepat memangkas penyebaran virus dengan memberlakukan lockdown wilayah secara terbatas. Namun, kebijakan tersebut tidak sejalan dengan Pusat sehingga pintu masuk ke Aceh masih saja dibuka hingga akhir April 2020 lalu. Bahkan hingga Mei, beberapa ekspatriat dan mahasiswa serta santri yang ada di luar daerah masih diperbolehkan pulang ke Aceh.

Satu-satunya cara pencegahan virus corona yang dirasa dapat dilakukan oleh semua pihak adalah menggunakan masker.

Ajakan penggunaan masker kemudian terus dikampanyekan oleh para pihak di Aceh, termasuk Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono SIK dalam siaran pers yang diterima awak media, Kamis kemarin. “Kapolda mengajak masyarakat untuk senantiasa melaksanakan gerakan memakai masker,” kata Ery mengutip imbauan Kapolda Aceh.

Selain penggunaan masker, masyarakat juga diajak untuk menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan menggunakan sabun. “Jaga jarak, hindari kerumunan dan tetap tinggal di rumah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona,” lanjut Ery.

Sikap lebih tugas bahkan diperlihatkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 24 Tahun 2020 tentang kewajiban warga kota memakai masker selama pandemi Covid-19. Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman kemudian menandatangani Perwal tersebut pada Rabu, 6 Mei 2020.

Saat ini Perwal penggunaan masker tersebut sudah diundangkan dalam berita daerah dan efektif diberlakukan sejak Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 00.00 WIB. “Mulai Sabtu akan mulai dilakukan razia oleh tim dan petugas,” tegas Wali Kota Aminullah.

Penegasan penggunaan masker di ibukota provinsi Aceh tersebut tidak sebatas imbauan belaka. Dalam Perwal itu juga disebutkan adanya sanksi bagi pelanggar seperti pencatatan identitas dan menandatangani pernyataan bersedia menggunakan masker. Selain itu, pelanggar juga tidak diberikan pelayanan fasilitas publik.

“Pelanggar yang ditemukan melanggar berulang akan dilakukan penarikan sementara identitas kependudukan,” tambah Aminullah.

Sementara bagi mereka yang ber-KTP luar akan diwajibkan keluar dari Kota Banda Aceh jika melanggar Perwal berulang-ulang. “Ini ikhtiar kita sembari berdoa kepada Allah SWT semoga pandemi ini segera berlalu dari negeri kita tercinta,” kata Amin.(*)