MUSEUM seni dan peradaban, Louvre Abu Dhabi tengah mengidentifikasi 2.800 koin yang berasal dari era abad pertengahan Islam. Semuanya dilapisi noda, korosi dan misteri sejarah.

Dilansir dari laman New York Times pada Selasa, 6 April 2021, museum yang berusia tiga tahun ini mencurahkan waktu dan sumber dayanya untuk mempelajari koin-koin tersebut. Nantinya, hasil penelitian tersebut akan dipamerkan pada September mendatang.

Para peneliti berharap, dapat memahami komposisi logam, serta bagaimana pembuatan koin dunia Islam abad pertengahan.

“Salah satu fokus Louvre Abu Dhabi adalah perdagangan kuno, jadi kami selalu mencari cara untuk mengembangkan gagasan tentang jalur kekuasaan dan perdagangan di seluruh dunia Islam,” kata Direktur Manajemen Riset, Kuratorial, dan Koleksi, Museum Louvre Abu Dhabi, Souraya Noujaim.

“Sangat jarang mendapatkan sejarah yang tidak terdokumentasi sebanyak itu. Ini benar-benar momen di mana kerajaan Islam menciptakan kosakata baru seputar desain, membebaskan dirinya dari kekaisaran Bizantium dan Sasani,” lanjutnya.

Museum akan mengidentifikasi 2.861 koin yang berasal dari pemerintahan Raja Shapur II pada 309-379 Masehi hingga Khalifah Al Ma’mun 813-833 Masehi. Ada 434 koin Sasanian, 156 dirham dan setengah dirham Arab, 323 dirham Umayyah dan 1.948 koin perak dari dinasti Abbasiyah.

Noujaim mengatakan, koin tersebut mewakili pergeseran wajah perdagangan di era tersebut. Hal tersebut dikaitkan dengan Abdel al-Malik, khalifah kelima Dinasti Ummayah. al-Malik memprakarsai perubahan besar dalam simbol visual pada koin pada 693 Masehi.

“Kami harus mencatat berat, diameter, dan ketebalan setiap koin untuk memahami masing-masing koin secara individual,” kata Kepala Preventive Conservation Museum, Theofanis Karafotias.[] sumber: republika.co.id