Ilustrasi

SEKITAR 10 ribu jemaah haji asing tiba di Arab Saudi untuk melakukan umrah setelah jeda selama tujuh bulan lantaran pandemi virus corona. Namun para peziarah diwajibkan menjalani isolasi selama tiga hari setelah kedatangan mereka.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Amr Al-Maddah, mengatakan para jamaah akan diberikan izin tinggal di negara tersebut selama 10 hari. Pihak kerajaan akan terus mengawasi dan menguji validitas data jamaah umrah secara ketat guna menekan penyebaran virus corona. Seperti diketahui, pihak Kerajaan Arab Saudi memberlakukan syarat usia tertentu bagi jamaah umrah di situasi pandemi saat ini. Kategori usia yang dibolehkan umrah tidak boleh lebih dari 50 tahun atau di bawah 18 tahun.

Umrah dan haji merupakan ibadah yang dilakukan jutaan ummat muslim setiap tahunnya di Arab Saudi. Namun, kondisi pandemi memaksa Arab Saudi membatasi jumlah peziarah dan turut menutup ibadah jamaah haji pada tahun 2020 ini.

Jamaah umrah dari luar negeri pertama kali dibuka bulan lalu dengan kapasitas mencapai 30 persen atau 6 ribu jamaah dalam sehari.

Tahun lalu negara Teluk itu mampu menarik 19 juta pengunjung dari luar negeri untuk melakukan ibadah umrah di Tanah Suci. Sementara sebelum pandemi, lebih dari 1.300 hotel dan ratusan toko terlihat sesak sepanjang waktu pelaksanaan ibadah umrah dan haji di kota suci Mekkah dan Madinah. Kondisi tersebut nyaris berbanding terbalik dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, para jamaah umrah tahun ini juga dilarang menyentuh Ka’bah, bangunan suci umat Islam yang menjadi kiblat bagi seluruh Muslim dunia saat ini.

Ibadah umrah dan haji menjadi penyumbang besar devisa bagi Kerajaan Arab Saudi selama ini. Arab Saudi bahkan menyedot uang sebesar 12 miliar USD dari penginapan, transportasi, hadiah, makanan, dan biaya jamaah dari ibadah tersebut setiap tahunnya.[]