KABAR gembira datang di akhir tahun bagi penambang mata uang crypto: Bitcoin. Nilai mata uang virtual ini terus melonjak dengan posisi terakhir mencapai US$ 28.000 atau setara Rp397.000.000. Nilai mata uang ini bahkan telah melebihi nilai Visa (V) atau Mastercard (MA) dan Walmart (WMT).

Tidak berhenti di situ, para pakar bahkan memprediksikan mata uang Bitcoin akan mencapai US$ 30.000 atau setara Rp425 juta dengan nilai pasar sebesar US$ 500 miliar. Lonjakan ini menjadi rekor baru cryptocurency yang 11 hari lalu terus melonjak dari nilai US$ 20 ribu.

Ada beberapa faktor yang mendorong nilai bitcoin naik di akhir tahun ini. Antara lain karena banyak investor yang telah berinvestasi ke dalam bitcoin atau cryptocurency lainnya selama pandemi Covid-19.

Minat para investor terhadap bitcoin tersebut juga tidak terlepas dari penetapan suku bunga mendekati nol selama pandemi oleh Federal Reserve, untuk jangka panjang.

Penetapan ini tentu melemahkan nilai tukar dolar AS.

Investor percaya jika bitcoin habis nilai mata uang digital ini tetap terus meningkat. Apalagi banyak investor kelas kakap yang menimbun uang digital ini, serta bertambahnya perusahaan keuangan yang telah mengizinkan transaksi bitcoin.

Meskipun demikian, sejumlah pihak memperingatkan untuk tetap hati-hati dalam menghadapi lonjakan bitcoin. Pendiri Skybridge Capital, Anthony Scaramucci, misalnya. Dia mengatakan bitcoin merupakan aset yang mudah berubah dan berisiko. Anthony turut memprediksi jika bitcoin dapat tiba-tiba jatuh 20% hingga 50%.

“Anda harus sangat berhati-hati,” kata Anthony.[]